Majalah Micro-Plus

Information and Interaktive Medical Solution

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Opini Masyarakat

Kanamisin (Antibiotik)

Article Index
Kanamisin (Antibiotik)
Halaman 2
Halaman 3
Halaman 4
Halaman 5
All Pages

Latarbelakang

Kanamisin adalah suatu antibiotika makrolida yang digunakan untuk mengatasi penyakit infeksi. Obat ini tersedia untuk pasien dalam bentuk oral ataupun injeksi. Kanamycin pertama kali diekstrak dari Streptomyces kanamyceticus

Farmakologi

Kanamisin mempengaruhi 30S subunit ribosom yang menyebabkan mutasi dan mencegah translasi RNA. Akibatnya bukan codon CAT, tetapi codon ATG yang dibaca oleh aminoacyl tRNA (aa-tRNA). Aminoacyl tRNA sudah tentu akan membawa asam amino yang berbeda karena anticodon aa-tRNA yang berbeda. Akibat selanjutnya maka sintesis protein hasil dari cetakan asam amino hasil kesalahan codon menjadi salah dan terus diperbanyak secara salah. Protein ini justru merusak dan membunuh bakteri itu sendiri. Sifat kanamisin seperti ini dan bersifat kurang selektif hanya terhadap bakteri saja, tentu akan mengganggu kehidupan sel inang (host) dan muncul sebagai efek samping yang toksik, terutama indera pendengaran (tuli atau bunyi berdenging), organ ginjal dan reaksi alergi.

Struktur Kimia

Secara kimiawi, kanamicin mempunyai nama : 2-(aminomethyl)-6-[4,6-diamino-3-[4 amino-3,5-dihydroxy-6-(hydroxymethyl)tetrahydropyran-2-yl]oxy-2-hydroxycyclohexo-xy]-tetrahydropyran-3,4,5-triol

Formula kanamisin adalah C18H36N4O11-2H2SO4.

Tersedia dalam kemasan injeksi steril (Kanamycin sulfate Injection, USP) dalam dosis 75mg, 500 mg, and 1.0 g dalam garam bisulfit bersama antioxidant, 0.099%, 0.66%, and 0.45%; dan sodium citrate, 0.33%, 2.2%, dengan pH 4.5 karena berbentuk sulfuric acid.

INDIKASI

Kanamisin diberikan untuk pengobatan jangka pendek infeksi serius yang disebabkan oleh E.coli, spesies Proteus (indole-positive dan indole-negative), Enterobacter aerogenes, Kiebsiella pneumoniae, Serratia marcescens, spesies Acinetobacter. Lazimnya sebelum memulai pemberian kanamisin harus dilakukan uji bakteriologi, namun tanpa melakukan uji tersebut, terapi masih boleh dimulai dengan pengamatan cermat kemungkinan kausa bakteri seperti diatas dan efek samping yang mungkin timbul. Pemberian kanamisin dapat juga sebagai terapi awal dalam kombinasi dengan penisilin atau sefalosporin, walaupun sebenarnya kanamisin bukan antibiotika pilihan untuk infeksi stafilokokus. Pada kondisi tertentu dimana ditemukan infeksi berat campuran oleh bakteri gram (-) atau dengan stafilokokus maka kanamisin boleh digunakan sebagai terapi awal sebelum diperoleh data bakteri yang peka (susceptible) dari infeksi tersebut.

 



 

Online

We have 1 guest online

Terbit Majalah Microplus Edisi ke-9, Lux Edition